16 March 2009 - 0:50Disesuaikan dengan lidah orang Indonesia

Orang Indonesia tentu saja sudah kenal baik dengan merk2 makanan seperti Coca-Cola dan McDonalds. Kedua merk tersebut merupakan franchise yang salah satunya dibawa ke negara Indonesia, beberapa (puluh) tahun yang lalu. Mungkin tepatnya bukan franchise, tapi anggap franchise ajalah.. hehehe.. Coca-Cola merupakan minuman cola bersoda dan McDonalds identik dengan burger.

Log Coca-Cola Logo McD

Gambar Coca-Cola dan McD di gelas minuman McD

Tahukah Anda bahwa makanan dan minuman tersebut disesuaikan dengan lidah orang Indonesia? Benar. Agar makanan dan minuman tersebut laku, tentu saja pembeli franchise perlu meneliti sejauh mana makanan dan minuman mereka digemari orang lokal. Kalau tidak digemari, rugi donk mereka bawa franchise ke negara mereka. Dan tentu saja lidah orang eropa, amerika berbeda dengan lidah orang asia.. Begitu pula dengan daerah2 lainnya. Oleh karena itu makanan dan minuman franchise perlu disesuaikan dengan lidah lokal.

Sejauh ini yang aku lihat, kedua merk itu sukses merambah konsumen Indonesia. Buktinya? Ya aku ini salah satu konsumen-nya.. Apalagi menurutku bisnis mereka tergolong cerdas. Salah satu contohnya adalah adanya Coca-Cola Zero dan Sprite Zero (yang baru2 ini berpromosi gencar!). Terus berinovasi (enak di lidah, nyaman di kantong, enak juga bagi tubuh). Jadi gak cuman Honda dan Yamaha saja yang inovasi tiada henti.. tapi begitu pula dengan Coca-Cola (McDonalds mengeluarkan triple cheese burger – Rp. 29 rebek bo).

Kita tinggalkan dulu 2 merk makanan minuman yang selalu berinovasi dan berpromosi gencar setiap kali mereka menemukan inovasi baru. Tahukah Anda tentang Oat alias Haver? Kalau belum, silakan lihat wikipedia dulu.

Nah.. Oat sudah lama dikenal masyarakat eropa sebagai makanan sehat, terutama yang berhubungan dengan kolesterol. Sejauh mana Oat dikenal masyarakat Indonesia?

Aku sudah kenal oat sejak beberapa waktu, tapi baru benar2 ngeh pas lagi sakit belum lama ini. Mama bilang ganti aja itu bubur instan dengan oat instan. Pikiranku pertama : ooo.. ada to oat instan. Sebab selama ini aku lihat oat selalu dalam bungkus besar. Instan dalam pikiranku, cepat dibuat, dalam porsi kecil sehingga cepat pula habisnya. Setelah sehat dan mulai bisa jalan2 lagi, aku mulai cari tahu, seperti apakah oat instan itu? Bagaimana rasanya?

Ini dia yang kutemukan.

Ada beberapa merk oat, salah 2-nya adalah : Simba dan Quaker. Kenapa hanya nyebut 2? Aku gak peduli dengan merk lain, karena merk lain tidak menyediakan produk instan yang cocok untuk mahasiswa.

Ini dia foto2 bukti contohnya. Ingat, aku bukan sales lho. Cuman mo nunjukin saja.

Quaker Oat Instan Simba Oat Instan 1 Simba Oat Instan 2

Contoh Kemasan Oat Instan

Bagi penggemar Oat, pasti sudah kenal dengan merk Quaker. Apa yang menjadikan merk Quaker terkenal di Indonesia? Mungkin karena dia pelopornya, entah. Nah, apa hubungannya dengan judul? Tahukah Anda bahwa Quaker juga berinovasi dalam mengeluarkan produk oat-nya?

Ini dia buktinya :

Perisa Ikan Bilis

Perisa Ikan Bilis

Betul, Anda tidak salah liat. Bubur Oat rasa ikan teri! Ini dia bukti utama, “disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.”

Apa di Eropa ada ikan teri? Hahahaha.. Mungkin ada.. Jadi daripada dimakan dengan rasa “plain”, alias gak ada rasa, maka Quaker menyesuaikan rasa dengan nambah perisa ikan bilis a.k.a ikan teri. Menurutku ini bukan sekedar perisa saja, karena didalamnya benar2 ada ikan teri.

Bagaimana dengan rasa?
Menurut lidah-ku, yang bukan Rudi Choirudin dan bukan juga Bondan Winarno, aku bilang , “Lekker dan MakNyus“. thumbsuptongue

Cocoklah buat anak kost2an yang butuh makanan pengganjal perut ketika malam, dan malas keluar dari kamar yang hangat, hanya untuk semangkuk intel (indomie telor) maupun internet(indomie telor kornet). Btw, aku denger suksesnya indomie sampai di-ekspor ke luar negeri. Produk yang diberedar di luar itu “disesuaikan” juga gak ya? hehehe..

Satu lagi yang terakhir. Orang boleh mengenal oat sebagai makanan sehat. Tapi jangan lupa, kalau orang Indonesia terbiasa dengan nasi dan orang Eropa terbiasa dengan roti, maka Indonesia punya padanan oat, yaitu bekatul!

Pernahkah dengar bekatul dr. Liem? Kalau tertarik, datanglah ke Bandung. big grin Cintailah Produksi dalam negeri.. Dan kalau lidah bisa bohong, rasa tidak bisa bohong -> petikan iklan.

NB :
Merk yang disebutkan disini tanpa ada maksud dan tujuan apapun selain memberikan informasi terkait judul. *peace yaw* Aku bukan sales makanan instan. hehehehe..

No Comments | Tags: Uncategorized